Andi Ilham Zainuddin : Lahirkan Soft Skill, “Jangan Bekerja Asal Bapak Senang”

INDONESIASATU.CO.ID:

PANGKEP- Ketua  DPRD Kabupaten Pangkep, H.Andi Ilham Zainuddin, ST. Beberapa hari lalu saat ditemui disalah satu Warkop dikota Pangkep menuturkan bahwa untuk membangun Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) sangat dibutuhkan dunia kerja yang berlaku prinsip “Soft Skill atau attitude” yang diartikan sebagai sikap ataupun keahlian untuk selalui memberikan yang terbaik terhadap pembangunan daerah ini.

“ Bukan bekerja yang terbaik buat atasan, yang dianggap sebagai penentu kelancaran karir, seperti inilah yang melahirkan perilaku suka menjilat atasan dan berkembang menjadi budaya paternalisme asal bapak senang (ABS)” ujarnya.

Mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pangkep, yang dikenal aktif dalam menjalankan tugasnya mengatakan bahwa sopf skill sangat diperlukan dalam dunia kerja untuk membangun daerah ini, bukanlah yang terbaik pada atasan tanpa memiliki landasan keilmuan dan moral etika tetapi pemberian terbaik kita harus didasari pada perilaku yang memiliki landasan moral dan etika serta dasar ilmiah keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, sikap kita menjadi dasar dalam berperilaku yang dilandasi kekuatan moral  dalam dunia kerja, yaitu sikap satunya pikiran, kata, dan perbuatan, membimbingnya dalam mengaktualisasikan kekuatan berpikir dan kebiasaan bertindak merupakan inti dari integritas pada dunia kerja.

“Nilai integritas, menjadi panutan para pemimpin untuk tidak mudah dikacaukan oleh hal-hal yang bersifat formal tetapi pada dasarnya menyesatkan karena tidak sesuai dengan kaidah legalitas maupun kaidah yang berlaku, melalui nilai integritas seorang pemimpim akan mampu membuat keputusan yang obyektif dan mampu melepaskan diri dari benturan kepentingan yang mungkin terjadi dan akan mempengaruhi kualitas keputusan yang dibuatnya” paparnya.

Untuk itu, kita harus menunjukan keteladanan,demi membangun daerah kita, sangat dibutuhkan integritas, yang mampu mengambil kebijakan secara adil dan obyektif tanpa terpengaruh oleh konflik yang muncul dalam proses pengambilan keputusan tersebut.

Untuk itu, Menumbuhkembangkan keteladanan pemimpin suatu dinas, ataupun organisasi harus menjadi pedoman intergritas  karena nilai integritas dapat menjadi  penuntun dalam upaya membina kepercayaan dan keyakinan, untuk berbuat dalam dunia kerja yang terbaik buat membangun daerah kita yang lebih maju ke depan bukan ABS,  ujatnya (herman djide)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita