Bupati Pangkep Ingatkan Kepsek, “Jangan Sampai Ada Generasi Kita Putus Sekolah Karena Pembayaran Pakaian Sekolah”

INDONESIASATU.CO.ID:

PANGKEP; Bupati Kabupaten Pangkep, H. Syamsuddin Hamid, yang menerima laporan dari berbagai pihak bahwa saat masuk mendaftar di SD atau SMP, harus membayar pakaian seragam sekolah, antara  Rp 500 sampai Rp 800 ribu/orang, membuat orang tua siswa  tidak mampu membayar sehingga anaknya Putus Sekolah Karena Persoalan Tersebut.

Bupati tegaskan bahwa tidak ada lagi anak-anak kita di Pangkep ini yang tidak melanjutkan sekolahnya, apalagi karena hanya persoalan uang, atau membayar pakaian seragam sekolah. “Tanpa pakaian seragampun, anak didik kita harus tetap masuk sekolah” tegas mantan ketua DPRD Kabupaten Pangkep ini beberapa hari lalu saat melakukan Safari Ramadhan di Desa Baring Kecamatan Segeri.

“Soal pakaian seragam yang harus dibayar disekolah, tidak wajib hukumnya, bisa saja orang tua siswa, membeli pakaian diluar sekolah, apakah itu dipasar, di tokoh ataupun ditempat lain, yang lebih murah, yang jelas tidak ada anak-anak kita yang tidak sekolah di Pangkep ini, hanya karena persoalan uang” tegasnya.

Mantan Kepala desa Batara kecamatan labakkang Tiga Priode ini mengingatkan kepada kepala SD maupun SMP, untuk senantiasa berkreasi yang lebih produktif, agar hal-hal seperti ini  bukan penghalang bagi anak-anak kita terdaftar pada sekolah yang bersangkutan.

“Biarkan mereka mendaftarkan diri, dimanapun itu keinginannya, kalaupun ada yang tidak mampu beli pakaian seragam sekolah, itu urusan nanti, serahkan datanya ke Dinas Pendidikan, yang pasti, tidak ada lagi anak-anak kita di Pangkep tidak sekolah, semua harus lanjut pendidikan. Tegasnya. ( Herman Djide)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita