DPMPTSP Pasaman Tegaskan Izin PT. IJM Sudah Legal

INDONESIASATU.CO.ID:

PASAMAN --- Izin Usaha Produksi (IUP) Tambang Emas PT. Inexco Jaya Makmur di Kecamatan Dua Koto sudah legal atau sah. Hal ini disampikan oleh Kadis Penaman Modal dan Pelayana Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pasaman, Hasiholan Hutagalung kepada Indonesiasatu.co.id, Rabu (23/05/2018).

"Izin Usaha Produksi (IUP) dari Tambang Emas PT. IJM ini sudah legal. Pihak perusahaan sudah bekerja sesuai prosedural melewati tahapan-tahapan yang ada dalam pengurusan izin tersebut," kata Hasiholan Hutagalung.

Kemudian kata Hasiholan Hutagalung, DPMPTSP Sumbar juga sudah mengeluarkan izin usaha pertambangan operasi produksi.

"Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPSP) Sumatera Barat sudah mengeluarkan izin usaha pertambangan operasi produksi mineral logam (emas) dengan nomor 544-99-2018 ditetapkan tanggal 24 April 2018. Berarti semenjak saat itu pihak PT. IJM sudah boleh melakukan kegitan di lokasi yang diawali dengan sosialisasi bagi masyakarat di sekitar lokasi pertambangan di Kecamatan Dua Koto,"tambahnya.

Menurut Hasiholan Hutagalung, keberadaan aparat gabungan dalam rangka menjaga keamanan di Nagari Simpang Tonang sudah tepat.

"Jadi kehadiran aparat gabungan untuk melakukan pengamanan di lapangan juga sangat legal dan tepat. Karena itu semua atas permintaan pemerintah daerah sendiri untuk pengamanaan di lokasi Base Camp PT. IJM. Kemudian kami juga sangat menyayangkan andai masih ada oknum yang memprovokasi masyarakat yang berujung anarkis seperti saat ini,"ujar Hasiholan Hutagalung.

Namun kata Hasiholan, pihaknya tetap terbuka terhadap semua pihak dari masyarakat yang menginginkan informasi resmi terkait Tambang Emas PT. IJM.

"Kami tetap terbuka kepada siapa pun yang menginginkan informasi terkait segala izin dari Tambang Emas PT. IJM. Agar tidak ada lagi informasi yang salah diterima oleh masyarakat. Kemudian dari informasi yang kami terima, pihak perusahaan dalam waktu dekat sudah merencanakan akan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat setempat. Namun kita minta untuk ditunda sampai kondisi kondusif,"tuturnya.(Anto)

 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita