Kembangkan KIE dan KRR Melalui Pramuka, Kadis PP dan KB Pangkep Muliati Halid Gelar Sosialisasi

indonesiasatu, 06 Nov 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

PANGKEP- Andi Muliati Halid, M.Kes Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan (PP) dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Pangkep seusai melakukan kegiatan acara sosialisasi dalam pengembangan Komunikasi Informasi Edikasi (KIE) dan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dihalaman kantor Dinas PP dan KB Kabupaten Pangkep Rabu (6/11) mengatakan bahwa perlunya masyarakat mengenal lebih mendalam tentang KIE dan KRR.

Andi Muliati Halid menjelaskan bahwa KIE merupakan program Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) sebagai bentuk kegiatan komunikasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga, masyarakat dan penduduk dalam program Keluarga Berencana (KB).

“Program KB mempunyai arti yang sangat penting dalam upaya mewujudkan masyarakat Kota Pangkep yang sejahtera disamping program pendidikan dan kesehatan yang juga merupakan langkah penting dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan” ujarnya

Menurutnya bahwa Komunikasi, Informasi dan Edukasi dilakukan sebagai sebuah proses penyampaian isi pesan program Keluarga Berencana (KB) dari pengelola dan pelaksana program kependudukan dalam hal ini BKKBN kepada keluarga dan masyarakat, terutama bagi Pasangan Usia Subur (PUS) yang sudah ber KB maupun yang belum ber KB untuk diketahui.

Sementara untuk menjaga Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) Andi Muliati mengatakan bahwa adalah hal yang sangat penting, terutama pada remaja. Sebab, masa remaja adalah waktu terbaik untuk membangun kebiasaan baik menjaga kebersihan, yang bisa menjadi aset dalam jangka panjang.

Menurut Andi Muliati bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) perna mengungkapkan remaja adalah orang yang berusia 12 hingga 24 tahun. Masa remaja merupakan peralihan dari kanak-kanak menjadi dewasa. Artinya, proses pengenalan dan pengetahuan kesehatan reproduksi sebenarnya sudah dimulai pada masa ini. Secara sederhana, reproduksi berasal dari kata “re” yang berarti kembali dan “produksi” yang artinya membuat atau menghasilkan.

Reproduksi bisa diartikan sebagai proses kehidupan manusia dalam menghasilkan kembali keturunan. Karena definisi yang terlalu umum tersebut, seringnya reproduksi hanya dianggap sebatas masalah seksual atau hubungan intim. Alhasih, banyak orang tua yang merasa tidak nyaman untuk membicarakan masalah tersebut pada remaja. Padahal, kesehatan reproduksi, terutama pada remaja merupakan kondisi sehat yang meliputi sistem, fungsi, dan proses reproduksi.

“Kurangnya edukasi terhadap hal yang berkaitan dengan reproduksi nyatanya bisa memicu terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Salah satu hal yang sering terjadi karena kurangnya sosialiasi dan edukasi adalah penyakit seksual menular, kehamilan di usia muda, hingga aborsi yang berakibat pada hilangnya nyawa remaja” ujarnya.

Nyatanya peran orangtua merupakan satu hal yang penting dalam edukasi seksual pada remaja. Apalagi saat ini masih belum banyak orang yang peduli terhadap risiko-risiko yang bisa menyerang remaja

“Salah pergaulan tersebut. Mulai dari ancaman HIV/AIDS, angka kematian ibu yang meningkat karena melahirkan di usia muda, hingga kematian remaja perempuan karena nekat mengambil tindakan aborsi, sehingga hal itu semua sedini mungkin kami harus lakukan sosialisasi termasuk melalui gerakan pramuka seperti sekarang yang digelar” paparnya (herman djide)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu