MN KAHMI Desak Pemerintah Mitigasi Dampak Tumpahan Minyak Balikpapan

INDONESIASATU.CO.ID:

WARTASULSEL.COM. JAKARTA; Dalam acara Diskusi Publik yang digelar  Presedium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) dengan tema Lingkungan  rusak akibat tumpahan minyak diBalikpapan, What Next?, mendesak Pemerintah Mitigasi Dampak tumpahan Minyak di Balikpapan

Pelaksnaan Diskusi publik tersebut diprakarsai oleh Departemen Amdal Bidang Lingkungan Hidup, Perubahan Iklim dan Kehutanan KAHMI Centre, dan kegiatan diskusi public ini di laksanakan disekertariat KAHMI Centre Jalan Tury Jakarta Jumat (20/4),

Dr Suhartini Suaedy, Wasekjen Bidang Lingkungan hidup, Perubahan Iklim dan Kehutanan MN KAHMI yang dihubungi lewat Selulernya diJakarta  mengatakan bahwa  Presedium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) sangat prihatin dengan adanya peristiwan tumpahan minyak diperairan Balikpapan pada tanggal, 31 Maret 2018 yang lalu. Dan keprihatinan MH KAHMI tertuju kepada para korban dan keluarga serta masyarakat yang ikut terkena dampak, tumpahan minyak.

MH KAHMI, sangat menyayangkan minimnya sistem peringatan dini kepada masyarakat sehingga menimbulkan korban jiwa sebanyak lima orang nelayan dan kebakaran pada duia kapal kayu milik nelayan. Ujarnya.

"MN KAHMI meminta Pemerintah untuk mengevaluasi sistem peringatan dini di area industri minyak dan gas yang memiliki resiko bencana yang diakibatkan oleh faktor alam, faktor non alam maupun faktor manusia," ujar Suhartini Suaedy (Herman Djide) 

Index Berita