Program Sanimas-IDB Disambut Baik Warga Kabupaten Pandeglang

INDONESIASATU.CO.ID:


Pandeglang, Banten - Program Sanimas-IDB dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Cipta Karya, disambut baik dengan suka ria oleh warga desa penerima manfaat di wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Pasalnya, program tersebut, memberikan banyak manfaat bagi warga untuk lebih mengedepankan pola hidup sehat dilingkungan yang bersih dan sehat.

Program yang didanai Islamic Development Bank (IDB), ditambah Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), untuk biaya gaji TFL, supervisi dan monitoring serta dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Provinsi 1% dan Kabupaten/Kota 5%, dari total BLM Kabupaten serta dana swadaya masyarakat, menambah program ini semakin kokoh terencana dan optimal dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan.

Pelaksanaan program sanimas ini ada dua opsi pilihan sarana yakni, opsi pertama adalah pembangunan IPAL Komunal dengan sistem perpipaan dan opsi kedua Kombinasi IPAL Komunal dengan sistem perpipaan dan MCK.

Sedangkan untuk alokasi dana bantuan pada program sanimas- IDB disediakan untuk pelaksanaan pembangunan prasarana -sarana sanitasi disetiap lokasi sasaran maksimal Rp.425 juta, dengan rincian penggunaan dana sebagai berikut, maksimal sebesar 60% digunakan untuk biaya kontruksi, 35% biaya upah, dan 5%, digunakan untuk operasional pelaksanaan fisik berlangsung sampai masa tes komisioning dan asuransi pekerja.

Dengan menggunakan teknologi IPAL Komunal dan Sistem perpipaan membuat program sanimas ini dapat maksimal dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tak heran jika program ini diterima baik masyarakat desa di Kabupaten Pandeglang-Banten. Karena mulai dari perencanaan pelaksnaan hingga pengawasan program ini tertata rapi, dan hal itu meminimalisir terjadinya prilaku oknum melakukan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Pantauan Indonesiasatu.co.id baru-baru ini di salah satu lokasi program tepatnya di Desa Labuan Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang- Banten, masyarakat begitu antusias berperan serta membantu pekerjaan pembangunan sanimas bersama-sama pihak Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai pelaksana program.

Ketua BKM Desa Labuan, Aceng pada Indonesiasatu.co.id mengaku program sanimas ini berdasarkan pengajuan pemerintah desa ke pemerintah Kabupaten Pandeglang tahun lalu. Dan dirinya bersyukur tahun ini desanya menerima realisasi program yang sangat diharapkan warga Desa Labuan.

”Alhamdulilah, usulan kami tahun lalu terealisasi ditahun ini, dan dibawah bimbingan pihak Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Pandeglang, sehingga pekerjaan program dapat berjalan dengan baik", katanya

Di Desa Labuan penerima manfaat dari program Sanimas ini kata Aceng, mencapai 400 jiwa penduduk dengan jumlah 60 rumah dari 80 KK (Kepala Keluarga). 

Untuk memperlancar proses pembangunan sanimas ini, dirinya mengaku menggunakan teknis kerja dengan cara swadaya masyarakat.

“Cara swadaya ini menurut saya sangat efektif karena yang bekerja itu tidak hanya laki-laki saja akan tetapi emak-emak pun melibatkan diri membantu mengangkut bahan material dengan peralatan dapur seadanya. Karena matrial tidak bisa diangkut kendaraan sampai ketitik lokasi pekerjaan", ujarnya

Mendengar pelaksanaan pekerjaan program melibatkan emak-emak, indonesiasatu.co.id pun menemui beberapa warga Desa Labuan. Dan hampir sebagian warga membenarkan kalau warga khususnya emak-emak turut andil melakukan pengangkutan bahan matrial.

Seperti yang dituturkan ibu rumah tangga warga asal Labuan, Yati (35), mengaku sangat  bangga bisa membantu pekerjaan sanitasi dilingkungannya.

“Ini keinginan kami agar proses pekerjaan sanitasi dapat cepat berjalan dan selesai. Karen kami emak-emak sangat membutuhkan sarana sanitasi ini. Adapun kami bekerja, tidak merasa dipekerjakan oleh BKM, ini semua inisiatif kami sendiri mengangkut dan memindahkan bahan matrial ke titik lokasi pekerjaan", tandas Yati (dhank)

 

 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita